Hari Lalu Yang Tidak Biasanya
Hari lalu tanggal 28 oktober 2017, Aku berikan chat di pagi hari kepada kamu dan memberikan informasi untuk segera mengaktifkan ulang kartu kamu agar tidak hangus.
Setelah itu, aku pun tertidur karena semalam begadang mencari informasi tentang pekerjaan yang sedang saya geluti ini.
sekitar jam 11 saya terbangun, nampak hal yang masih tidak biasa ku temukan, tidak adanya chat dari sang pujaan hati? aku mau chat, lalu kuteringat jika semalam dia sudah memberikan sebuah ancaman yang sangat tidak enak.
Dia bilang " jika sampai kamu chat aku lagi maka tidak akan segan aku untuk memblokir semua akun kamu".
Waaah,, perkataan yang sangat sangat membingungkan bukan?
Namun, namun dan namun?
Tangan ku ingin sekali bergerak untuk menuliskan sebuah perkataan kepadanya, bahwa aku kangen, aku ingin tahu keadaannya bagaimana? sedang apakah dia disana? apakah dia rindu padaku disini?
Hari ini, aku tidak sama sekali menanyakan sedang apa de? sudah makan blm, atau yang lainnya.
Apakah emang berhenti untuk bertanya terus...
Apaka ini yang memang dia mau? Apakah ini ?aahhhhhhh aku bingung.
Aku hanya ingin menulis ini sebagai luapan hati yang bingung ingin ku ceritakan kepada siapa?
Sangat terlihat dengan apa yang ku rasakan, mungkin tidak ada rasa beban, sebab aku memberikan sugest bahwa ini bukan kenyataan. Semua akan baik-baik saja
Namun, dan namun...
Dia nampak jauh, tak mampu untuk ku jangkau
Lalu apa yang harus ku lakukan, menemuinya? dia bilang ga penting,
Lalu dan lalu
Terlalu banyak pertanyaan mengapa?
Aku hanya bisa berdoa, semoga dia baik-baik saja disana. Bila mana dia sudah melupakanku tak mengapa, aku akan selalu ingat dan semoga ku masih bisa merebut hatinya..
Setelah itu, aku pun tertidur karena semalam begadang mencari informasi tentang pekerjaan yang sedang saya geluti ini.
sekitar jam 11 saya terbangun, nampak hal yang masih tidak biasa ku temukan, tidak adanya chat dari sang pujaan hati? aku mau chat, lalu kuteringat jika semalam dia sudah memberikan sebuah ancaman yang sangat tidak enak.
Dia bilang " jika sampai kamu chat aku lagi maka tidak akan segan aku untuk memblokir semua akun kamu".
Waaah,, perkataan yang sangat sangat membingungkan bukan?
Namun, namun dan namun?
Tangan ku ingin sekali bergerak untuk menuliskan sebuah perkataan kepadanya, bahwa aku kangen, aku ingin tahu keadaannya bagaimana? sedang apakah dia disana? apakah dia rindu padaku disini?
Hari ini, aku tidak sama sekali menanyakan sedang apa de? sudah makan blm, atau yang lainnya.
Apakah emang berhenti untuk bertanya terus...
Apaka ini yang memang dia mau? Apakah ini ?aahhhhhhh aku bingung.
Aku hanya ingin menulis ini sebagai luapan hati yang bingung ingin ku ceritakan kepada siapa?
Sangat terlihat dengan apa yang ku rasakan, mungkin tidak ada rasa beban, sebab aku memberikan sugest bahwa ini bukan kenyataan. Semua akan baik-baik saja
Namun, dan namun...
Dia nampak jauh, tak mampu untuk ku jangkau
Lalu apa yang harus ku lakukan, menemuinya? dia bilang ga penting,
Lalu dan lalu
Terlalu banyak pertanyaan mengapa?
Aku hanya bisa berdoa, semoga dia baik-baik saja disana. Bila mana dia sudah melupakanku tak mengapa, aku akan selalu ingat dan semoga ku masih bisa merebut hatinya..